rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) turut ambil bagian dalam Kick-Off Meeting The Preparation of Infrastructure Governance, Feasibility Study (FS), and Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) Documents for The Karang Joang Corridor in Balikpapan City. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bekerja sama dengan World Bank melalui program Global Environment Facility (GEF) Indonesia Sustainable Cities Impact Program (SCIP).
Forum tersebut menjadi langkah awal penyusunan dokumen tata kelola infrastruktur, studi kelayakan (Feasibility Study/FS), serta kajian dampak lingkungan dan sosial (Environmental and Social Impact Assessment/ESIA) sebagai dasar pengembangan kawasan Koridor Karang Joang di Kota Balikpapan.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PTMB hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk "Kondisi dan Rencana Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)". Ia didampingi Direktur Teknik PTMB yang turut memberikan penjelasan mengenai kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan infrastruktur air minum di kawasan yang direncanakan berkembang tersebut.
Paparan PTMB mengulas kondisi eksisting pelayanan air minum di Kota Balikpapan, tantangan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, hingga strategi pengembangan SPAM untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan baru, khususnya di wilayah Karang Joang.
Keikutsertaan PTMB dalam forum tersebut menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Sebagai penyedia layanan air minum di Balikpapan, PTMB menilai perencanaan yang matang menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan layanan air bersih seiring berkembangnya kawasan permukiman, pusat ekonomi, maupun kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, dan para pemangku kepentingan dalam menyusun rencana pembangunan yang memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial, serta tata kelola infrastruktur.
Melalui kolaborasi yang dibangun bersama Kementerian PPN/Bappenas, World Bank, dan berbagai instansi terkait, PTMB berharap rencana pengembangan Koridor Karang Joang dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan sistem infrastruktur yang modern, berkelanjutan, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan di masa mendatang.
Partisipasi PTMB dalam penyusunan dokumen FS dan ESIA tersebut sekaligus menegaskan peran perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan layanan air minum yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara. (**)
Tulis Komentar