Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Warga RT 26 Batu Ampar Geger

$rows[judul]

rumahhijaurakyat.com, Balikpapan, — Suasana tenang warga RT 26, Kelurahan Baru Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, mendadak berubah geger setelah ditemukannya sesosok pria dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Rabu (18/2/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan belakang SPBU KM 4 dan sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WITA. Seorang tetangga korban merasa curiga karena mencium bau menyengat yang berasal dari salah satu kamar kos. Bau tersebut sudah tercium cukup kuat dan tidak biasa, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga.

Tetangga korban kemudian mencoba memastikan kondisi penghuni kamar dengan mengetuk pintu. Namun, pintu dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban sama sekali. Karena semakin curiga, warga tersebut melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat.

Mendapat laporan dari warga, pihak RT segera berkoordinasi dengan aparat keamanan. Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama aparat terkait tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah memastikan situasi aman, petugas akhirnya mendobrak pintu kamar kos tersebut.

Saat pintu berhasil dibuka, petugas menemukan seorang pria dalam kondisi telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan, melihat kondisi jenazah dan bau yang sudah menyebar.

Berdasarkan identitas yang ditemukan berupa kartu keluarga (KK), korban diketahui bernama Azis, berusia sekitar 55 tahun, dengan alamat asal Kalimantan Selatan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah korban memiliki keluarga di Balikpapan atau tinggal seorang diri tanpa sanak saudara di kota ini.

Pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan detail terkait penyebab kematian korban. Proses penyelidikan masih berlangsung guna memastikan apakah terdapat unsur lain dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, dari dalam kamar korban ditemukan sejumlah obat-obatan. Temuan ini menimbulkan dugaan awal bahwa korban kemungkinan sedang dalam kondisi sakit sebelum meninggal dunia.

Ketua RT 26, Achmadiansyah, yang saat kejadian berada di luar kota dan diwakili oleh istrinya, menyampaikan bahwa korban diketahui baru beberapa waktu tinggal di kos tersebut. Selama menetap, korban disebut belum pernah melapor secara resmi kepada pengurus RT dan jarang terlihat berinteraksi dengan warga sekitar.

“Kami tidak banyak mengetahui tentang beliau karena memang jarang berbaur. Aktivitasnya juga tidak terlalu terlihat oleh warga,” ujar perwakilan keluarga Ketua RT.

Keterangan serupa disampaikan salah satu warga berinisial B. Ia mengatakan bahwa korban hampir tidak pernah berkomunikasi dengan tetangga sekitar.

Terakhir kali korban terlihat oleh warga adalah pada Minggu lalu. Artinya, saat ditemukan pada Rabu pagi, sudah memasuki hari keempat sejak terakhir terlihat.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat dan sempat membuat aktivitas di sekitar lokasi terhenti sementara. Sejumlah warga tampak berkumpul untuk menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan petugas.

Jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban serta menelusuri keberadaan keluarga yang bersangkutan.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.(mn) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)