rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN - PTMB menerima kunjungan delegasi Singapore Water Center dan World Bank dalam agenda diskusi mengenai ketahanan air di Balikpapan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pengelolaan air baku di tengah tantangan perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño.
Pertemuan diawali di Graha Tirta PTMB dengan agenda pembahasan pengelolaan sumber daya air, keberlanjutan pelayanan air bersih, serta langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Dalam diskusi tersebut, PTMB memaparkan kondisi sistem penyediaan air baku Balikpapan, termasuk kapasitas waduk, pola distribusi, hingga strategi menjaga pasokan tetap aman saat musim kemarau panjang.

Kehadiran Singapore Water Center dan World Bank dinilai penting karena memberi ruang pertukaran pengalaman terkait tata kelola air perkotaan. Kedua lembaga tersebut dikenal aktif dalam pengembangan sistem ketahanan air di berbagai kota, terutama untuk menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan.
Usai pertemuan, rombongan melanjutkan peninjauan lapangan ke Waduk Manggar yang menjadi salah satu sumber utama air baku bagi masyarakat Balikpapan. Di lokasi ini, delegasi melihat langsung kondisi tampungan air serta sistem operasional pengolahan air yang menjadi tulang punggung distribusi ke sejumlah wilayah kota.
Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke Embung Wain untuk meninjau upaya konservasi dan penguatan cadangan sumber daya air. Embung tersebut dipandang strategis sebagai salah satu sumber pendukung yang berperan dalam menjaga ketahanan pasokan air, terutama ketika debit waduk utama menurun.
PTMB menilai kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengelolaan air. Dengan dukungan kajian dan pengalaman dari Singapore Water Center serta World Bank, Balikpapan diharapkan dapat mengembangkan sistem ketahanan air yang lebih adaptif, terutama dalam menghadapi ancaman El Niño yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku.
Seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota yang terus meningkat, kebutuhan air bersih di Balikpapan juga diprediksi semakin besar. Karena itu, penguatan sumber daya air, konservasi kawasan tangkapan air, dan diversifikasi cadangan air menjadi langkah strategis agar layanan air bersih tetap terjaga dalam jangka panjang. (**)
Tulis Komentar