rumahhijaurakyat.com, Balikpapan – Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah Salok Baru, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, menjadi sorotan warga dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Balikpapan yang digelar belum lama ini. Warga mengungkapkan kekecewaan mereka karena hingga kini belum ada perhatian serius terkait penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, khususnya bak sampah dan layanan pengangkutan.
Darius, warga RT 15 Salok Baru, menyampaikan bahwa hingga saat ini, warga masih membuang sampah sembarangan karena tidak adanya fasilitas penampungan sampah yang memadai. Ia juga menyebutkan bahwa wilayah tersebut belum pernah dijangkau oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.
“Selama ini belum ada bak sampah di sini, dan petugas dari DLH pun belum pernah datang. Kami sudah mengajukan permohonan melalui Ketua RT ke dinas, tapi katanya karena jarak yang terlalu jauh, wilayah kami belum bisa dilayani,” ujar Darius.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Balikpapan, Yono Seherman, ST, menyampaikan beberapa langkah solusi yang bisa ditempuh warga. Salah satunya adalah mengajukan permohonan resmi kepada DLH untuk pengadaan bak sampah. Menurutnya, bak sampah memang disediakan oleh pemerintah kota dan bisa dimanfaatkan oleh warga, asalkan tersedia lahan yang disepakati untuk penempatannya.
“Warga silakan ajukan permohonan ke DLH, kami di DPRD siap membantu untuk memfasilitasi. Tapi yang penting, warga harus menyiapkan dulu tempat penampungan, karena sering terjadi ada yang menolak bak sampah ditempatkan di dekat rumahnya. Jadi, kesepakatan warga itu penting,” jelas Yono, Selasa (6/5/2025) dikantor DPRD Balikpapan.
Selain pengadaan fasilitas, Yono juga menyarankan agar warga mulai menginisiasi sistem iuran mandiri untuk membayar petugas kebersihan lokal yang bisa secara rutin mengangkut sampah dari lingkungan mereka. Skema ini dinilai bisa menjadi solusi jangka pendek sembari menunggu respon dan kebijakan dari pemerintah kota.
Lebih lanjut, Yono menekankan bahwa persoalan pengelolaan sampah bukan hanya terjadi di Salok Baru, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Kota Balikpapan. Menurutnya, tantangan terbesar adalah kurangnya sinergi antara kesadaran warga dan program pemerintah.
“Masalah sampah ini sebenarnya tidak terlalu rumit jika kesadaran warga bisa berjalan seiring dengan program pemerintah. Makanya saya selalu tekankan pentingnya koordinasi antara lurah, RT, dan unsur masyarakat lainnya. Kalau semua pihak bisa duduk bersama dan mencari solusi, saya yakin persoalan ini bisa teratasi,” tegas Yono.
Dengan adanya dukungan dari DPRD serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan persoalan sampah di Salok Baru dan wilayah lainnya dapat segera ditangani secara efektif dan berkelanjutan. (war)
Tulis Komentar